Windata · Assessment Feedback

Feedback Report

Saily Roshina Ayu Vidiana  ·  Entry-Level Data Analyst

Case study Fashion E-Commerce Performance Analysis H1 2026. Semua angka di dek ini sudah kami hitung ulang dari dataset mentah, supaya kamu bisa menelusurinya sendiri.

Hasil akhir
85dari 100 poin

Strong Pass. Direkomendasikan lanjut ke tahap interview.

Rubric standar 100 poin untuk posisi Entry-Level Data Analyst. Empat deliverable lengkap, presentasi tepat 5 slide sesuai batas.

Area penilaianBobotSkorLevel
Data Understanding109Excellent
Data Cleaning2018Excellent
KPI Accuracy3024Good
Business Analysis2520Good
Dashboard1514Excellent
Total10085Strong Pass
Tool kamu Google Sheets, sama seperti kebanyakan kandidat lain. Yang membuat pengerjaanmu menonjol adalah disiplin verifikasinya. Catatan pembuka dari evaluator

Kamu membuat tab audit terpisah untuk grain, primary key, referential integrity, missing value, range check, dan konsistensi teks. Cleaning log kamu lengkap dengan formula, treatment, dan alasannya. Kamu juga menuliskan limitasi, termasuk yang menyerempet kredibilitas datamu sendiri.

Kesalahan yang ada semuanya teknis dan bisa dibereskan dalam satu sesi. Tidak ada kesalahan fatal di seluruh pengerjaanmu.

I
Bab satu

Verifikasi Angka

01 Rekalkulasi lima KPI utama 02 Breakdown yang ikut dicek 03 Dari mana selisihnya datang

Kami hitung ulang seluruh KPI kamu dari CSV mentah. Semuanya cocok sampai rupiah terakhir.

Artinya formula, scope, dan urutan cleaning kamu bisa dipertanggungjawabkan. Itu hal pertama yang kami periksa sebelum menilai analisisnya.

Rekalkulasi independen

Lima KPI utama, dicek satu per satu.

KPIAngka kamuRekalkulasi kami Answer keyStatus
Net Revenue6.915.492.5006.915.492.5007.027 MCocok persis
Gross Sales7.908.294.5007.908.294.5008.035 MCocok persis
Completed Orders2.4342.4342.476Cocok persis
AOV2.841.2052.841.2052.837.979Cocok persis
Cancellation Rate9,08%9,08%9,14%Cocok persis
Cara baca: kolom "rekalkulasi kami" dihitung ulang dari CSV mentah memakai scope yang kamu pilih, yaitu dedup, buang quantity nol, lalu buang guest checkout. Kolom "answer key" memakai scope kami, yang mempertahankan guest checkout.
Dari mana selisihnya

Selisih terhadap answer key datang dari satu keputusan, bukan dari salah rumus.

Kamu membuang 84 baris guest checkout. Jumlah itu setara 42 order dan Rp 111 juta revenue, persis sebesar selisih yang muncul di tabel sebelumnya. Formulanya sendiri benar semua.

Keputusan itu kami bahas di Bab III, karena penanganannya bisa lebih baik.

Ikut dicek dan ikut cocok
01Monthly summary enam bulan penuh
02Sales channel: Website 1.391, Marketplace 1.043
03Customer type: New 321 orang, Existing 587 orang
04Revenue per kategori, kelima kategori
05Cancellation rate per channel: 10,08% vs 7,70%
06Bottom 10 produk: Ready-to-Wear 5 dari 10
II
Bab dua

Yang Sudah Kuat

01 Disiplin metodologi KPI 02 Audit data quality 03 Temuan di luar answer key 04 Trap interpretasi 05 Dashboard dan presentasi
Nol jebakan klasik

Lima kesalahan paling umum di posisi ini. Kamu tidak melakukan satu pun.

01Dedup 32 duplicate order_line_id sebelum agregasi apa pun dijalankan
02Net Revenue = (qty × price) − discount, Completed only
03AOV memakai COUNT(DISTINCT order_id) lewat kolom Flag Order Unique, bukan jumlah baris
04Cancellation Rate dihitung di order level, bukan line level
05Null discount_amount sebanyak 63 baris, diisi nol sesuai KPI definition
Empat dari lima ini adalah deduction terbesar di rubric kami, bernilai 5 sampai 8 poin per kesalahan. Semuanya lewat.
Data quality audit
7dari 7 issue ditemukan

Termasuk dua yang kami tandai sebagai bonus, karena tidak memengaruhi KPI mana pun dan biasanya terlewat.

Issue yang ditanamJumlahStatus
Duplicate order_line_id32Ditangani
Missing city di customers5Ditandai
Guest checkout tanpa customer_id84Ditemukan
Varian penulisan payment_method3Ditemukan
Trailing space di sales_channel104Bersih di hasil
Quantity nol (bonus)24Ditangani
Brand casing (bonus)17Ditemukan
Temuan tambahan

Kamu menemukan yang tidak ada di answer key kami.

Kamu membandingkan order_date terhadap first_purchase_date dan registration_date, lalu menemukan bahwa ketiga tanggal itu saling bertentangan di seperempat basis customer.

Kamu tidak mengubah datanya. Kamu tetap memakai definisi segmentasi yang diberikan, lalu menuliskannya sebagai limitasi dan meminta divalidasi ke tim terkait. Itu langkah yang benar untuk anomali di luar wewenangmu.

1.692
baris dengan tanggal yang tidak konsisten
266
customer unik terdampak, setara 25,2%
955
order terjadi sebelum tanggal registrasi
737
sesudah registrasi, sebelum first purchase
Empat jebakan interpretasi

Case ini memang dipasangi kesimpulan yang kelihatan benar tapi salah. Kamu lolos semuanya.

Tren revenue

Kamu menulis revenue stabil di Rp1,1 sampai 1,2 M per bulan, bukan tumbuh sehat. Itu yang benar.

Website vs Marketplace

Kamu tidak mengklaim AOV Website jauh lebih tinggi. Pembedamu revenue 1,4× dan cancel rate.

Kategori premium

Kamu tidak menyebut Accessories premium. Kategori itu justru punya AOV terendah dari lima.

Small Leather Goods

Lemah, tapi jumlah SKU di kategori itu paling sedikit, cuma 16. Kamu menahan diri sebelum menyimpulkan minat rendah.

Kamu juga menemukan lonjakan cancellation Juni ke 12,3% dan menjadikannya rekomendasi nomor satu, tanpa mengarang penyebabnya.
Deliverable

Dashboard satu halaman, langsung terbaca untuk Sales Manager.

4
KPI card, seluruhnya sesuai permintaan
6
visual, termasuk trend dan top 10
4
filter: date, channel, category, customer type
5
slide presentasi, tepat di batas maksimal

Ada satu hal yang jarang muncul di level entry dan patut disebut: kamu membuat slide limitasi dan catatan metodologi. Sebagian besar kandidat memilih menyembunyikan keterbatasan datanya. Kamu menuliskannya di depan.

III
Bab tiga

Yang Perlu Dikoreksi

01 AOV per kategori 02 Guest checkout 03 Agregasi top 10 04 Dua temuan wajib 05 Tiga catatan kecil
Koreksi 01 · KPI Accuracy −4

Order count dan AOV per kategori salah hitung.

KategoriOrder kamuOrder benarAOV kamuAOV benar
Handbags4106287,20 jt4,70 jt
Shoes6539223,20 jt2,28 jt
Ready-to-Wear5117441,70 jt1,18 jt
Accessories5127881,10 jt0,70 jt
Small Leather Goods3485231,30 jt0,84 jt
Akar masalahnya

Kolom Flag Order Unique menandai satu baris per order. Itu benar untuk total, tapi rusak begitu dipecah per kategori, karena kategori adalah atribut level baris, bukan level order. Order lintas kategori jadi cuma tercatat di satu kategori.

Cara benar

Hitung COUNT(DISTINCT order_id) yang difilter per kategori, dan terima bahwa totalnya akan melebihi 2.434. Satu order memang boleh masuk dua kategori.

Urutan kategorinya tidak berubah, jadi seluruh kesimpulan bisnismu tetap sahih. Yang salah angkanya, bukan ceritanya. Revenue per kategori sudah benar semua.
Koreksi 02 · Data Cleaning −2

Guest checkout dibuang, padahal revenue mereka valid.

Alasannya kamu tulis, yaitu tidak bisa disegmentasi New atau Existing, dan itu jujur, jadi kami tidak memotong penuh. Tapi penanganan yang benar adalah mempertahankannya sebagai customer type "Guest".

Aturan umumnya

Baris yang tidak bisa disegmentasi tetap masuk ke KPI total, dan hanya dikeluarkan dari breakdown yang memang membutuhkan segmen itu. Jangan buang barisnya, pindahkan ke bucket Unknown atau Guest.

84
baris order_lines ikut terbuang
42
completed order hilang dari laporan
111 jt
revenue valid yang tidak terhitung
1,6%
dari total revenue perusahaan
Koreksi 03 · KPI Accuracy −2

Top 10 diagregasi pakai product_name, bukan product_id.

Ada dua product_id berbeda dengan nama yang sama: PRD1003 dan PRD1010, keduanya bernama "Handbags Mirela 99". Kedua SKU itu terjumlah jadi satu baris senilai Rp 203.605.000, naik ke posisi empat, dan menggeser Shoes Arcova 83 keluar dari Top 10.

Efeknya kelihatan di dokumenmu sendiri. Slide menulis Top 10 didominasi Handbags 8 dari 10, padahal dashboard menampilkan 9 dari 10. Inkonsistensi kecil seperti ini yang biasanya ditanyakan stakeholder lebih dulu.

Cara benar

Selalu agregasi memakai primary key, yaitu product_id, lalu XLOOKUP nama produknya hanya untuk keperluan display. Nama produk bukan kolom unique, dan tidak ada sistem yang menjamin ia unique.

Coba cek lagi: kolom apa lagi di ketiga dataset ini yang kelihatan unique tapi sebenarnya tidak dijamin unique?

Discount naik. AOV turun. Revenue tidak tumbuh. Discount gagal jadi growth lever, dan itu tekanan margin.

Semua angka untuk menyimpulkan itu sudah ada di sheet kamu. Satu kalimat ini yang belum kamu tulis, dan kalimat inilah yang akan mengubah keputusan Sales Manager.

Koreksi 04 · Business Analysis −5
Koreksi 04 · Business Analysis −5

Dua temuan wajib hanya tertangkap separuh.

A · AOV menurun

Order tumbuh +7,4% dari 394 ke 421. Revenue praktis flat, cuma +1,0%. Artinya nilai per order turun 5,5%.

Angka AOV bulanan sudah ada di sheet kamu (3,0 jt, lalu 2,7 jt, lalu 2,8 jt), tapi tidak pernah kamu angkat jadi insight. Ini inti masalahnya: bisnis menjual lebih banyak order untuk uang yang sama.

B · Discount naik tiap bulan

Discount rate bergerak 3,11% → 3,53% → 3,55% → 3,92% → 4,40%, lalu turun ke 4,03% di Juni.

Kamu menganalisis discount per kategori, dan bagian itu sudah benar. Tapi dimensi waktunya tidak pernah dibuat, sehingga kenaikannya tidak terlihat sama sekali di laporanmu.

Dipisah, dua temuan ini cuma observasi biasa. Digabung, keduanya jadi satu diagnosis yang jauh lebih tajam.
Koreksi 05 sampai 07 · catatan kecil

Tiga hal ini tidak mengurangi poin, tapi akan menaikkan mutu laporanmu.

05 · Trend New vs Existing

Proporsi revenue existing turun terus: 56,5% → 51,1% → 49,5% → 41,0% → 30,7% → 29,2%. Angka agregatmu 56,3 dan 43,7 sudah benar, tapi trend bulanannya jauh lebih persuasif, karena itulah yang membuktikan concern Sales Manager.

06 · AOV dua segmen itu identik

New Rp 2.845.955 vs Existing Rp 2.835.099, beda 0,4%. Pembeda nyatanya frekuensi order, 4,26 vs 1,81. Framing "2,4× lebih bernilai per kepala" berisiko dibaca manajemen sebagai belanjanya lebih besar per transaksi.

07 · Cancel rate per traffic source

Paid Social 14,0% dan Paid Search 11,2% vs Organic Search 7,4%. Traffic berbayar membatalkan sekitar 2× lebih sering. Ini langsung menjelaskan kenapa Website lebih tinggi dari Marketplace, dan menajamkan rekomendasi nomor satumu.

IV
Bab empat

Rekap dan Penutup

01 Rekap poin 02 Tiga hal untuk diperdalam 03 Kesimpulan
Rekap

Deduction dan bonus yang membentuk skor 85.

ItemAreaPoin
Order count dan AOV per kategori salah, karena flag order dipakai untuk dimensi level barisKPI Accuracy−4
Temuan wajib "AOV decline" tidak diangkat jadi insightBusiness Analysis−3
Temuan wajib "discount escalation over time" tidak dibuatBusiness Analysis−2
Top 10 diagregasi by product_name, bukan product_idKPI Accuracy−2
Guest checkout dibuang, terdokumentasi tapi penanganannya kurang tepatData Cleaning−2
Menemukan quantity nol, 24 barisData Cleaning+2
Menemukan brand casing, 17 varian untuk 7 brandData Cleaning+2
Menemukan inkonsistensi first_purchase_date dan menanganinya dengan benarCleaning & AnalysisTercermin
Arah belajar

Tiga konsep yang akan menaikkan kualitas analisismu.

01

Grain versus dimensi breakdown

Kapan sebuah distinct count boleh menjumlah lebih besar dari totalnya, dan kenapa itu justru benar. Konsep ini yang jadi akar koreksi pertama, dan paling sering menjatuhkan analis di tahun awal.

02

Membaca metrik sebagai rasio

Revenue flat ditambah order naik sama dengan AOV turun. Biasakan memecah setiap metrik agregat jadi komponen pembentuknya sebelum menyimpulkan, karena di situ insight biasanya berada.

03

Dampak cleaning ke stakeholder

Setiap baris yang kamu buang punya konsekuensi di angka yang dilihat manajemen. Biasakan bertanya "kalau angka saya beda Rp 111 juta dari sistem, saya jawab apa" sebelum ditanya, bukan sesudah.

Kesimpulan

Cara berpikirmu sudah di jalur yang benar. Yang perlu dirapikan cuma eksekusi teknisnya.

Kamu memverifikasi sebelum menyimpulkan, mendokumentasikan sebelum ditanya, dan jujur soal keterbatasan data. Tiga kebiasaan itu yang paling sulit diajarkan.

85 / 100
skor akhir case study
Strong Pass
kategori penilaian
Lanjut
direkomendasikan ke tahap interview

Terima kasih sudah mengerjakan case ini dengan serius.

1 / 1
Feedback Report · Saily Roshina Ayu Vidiana

Entry-Level Data Analyst · Fashion E-Commerce H1 2026 · Skor akhir 85 dari 100.

    Karyamu bisa dinilai dengan rubrik 100 poin yang sama seperti di dek ini.

    Lihat program Merdeka 30 Hari Kembali ke beranda